Create your blog and photo album with postbit
Create your blog and photo album

Create new post Post Title:

Content:

Upload a picture:
Tags (keywords separated by comma)

Submit Cancel
soupscreen68:   Followers: 0 ; Following: 0


Darah Kental | Penyebab Darah Kental


Penderita penyakit darah kental tidak boleh mendonorkan darahnya karena bisa membahayakan pasien yang menerimanya. Sebaliknya, darah yang kental itu harus dibuang karena bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

Darah kental atau disebut juga polisitemia dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan penyebabnya. Polisitemia primer atau disebut juga polisitemia vera merupakan kondisi bawaan yang dipicu kelainan genetik, sementara polisitemia sekunder disebabkan oleh penyakit lain misalnya gangguan jantung dan paru-paru.

Kedua jenis polisitemia ini ditandai dengan jumlah eritrosit atau sel darah merah yang lebih tinggi dari angka normalnya. Kelebihan eritrosit ini dilihat dari kadar hemoglobin (Hb) yang normalnya berkisar antara 11-12 g/dL untuk wanita atau 12-16 g/dL untuk pria.

Meningkatnya kekentalan darah akibat kelebihan Hb dan eritrosit dibarengi dengan peningkatan risiko penggumpalan darah. Akibatnya, penderita darah kental lebih rentan mengalami serangan jantung, stroke dan risiko fatal lainnya yang berhubungan dengan penyumbatan pembuluh darah.

Bukan hanya pada penderitanya saja, peningkatan risiko penyumbatan darah juga bisa terjadi pada orang lain jika darah yang kental itu didonorkan. Oleh karena itu, Palang Merah Indonesia biasanya akan menolak donor yang memiliki kadar Hb di atas normal alias terlalu kental.

"Darah kental memang harus diambil sebagian biar lebih encer, lewat prosedur yang dinamakan phlebotomy. Tapi bukan untuk didonorkan, darah itu harus dibuang," ungkap ahli hematologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Johan Kurnianda, SpPD, KHOM (K) saat dihubungi detikHealth, Jumat (18/2/2011).

Menurut Dr Johan, darah kental juga tidak disebabkan oleh makanan secara langsung. Namun bagi yang sudah mengalami kondisi tersebut, kebiasaan makan makanan berlemak dan kurang minum bisa meningkatkan risiko penggumpalan darah yang berakibat fatal.

Untuk mengatasi darah kental, beberapa jenis obat yang sering digunakan adalah Aspirin, Warfarin atau sejenisnya. Namun jenis obat-obatan tersebut hanya mencegah terjadinya penggumpalan darah, sementara untuk menekan produksi sel darah merah misalnya hidroksi urea.

0812-8007-4359 atau (021)9489 8005
dengan Format sms: Nama*Daerah/Kota*Nama Barang
Contoh: Ilham Maulana*Jakarta*darah kental

baju muslim

Post by soupscreen68 (2013-01-14 05:44)

From: Dindin Amiludin
Pada saat donor darah yang kedua, saya tidak bisa memberikan darah sam pai 1 (satu ) labu karena setelah diambil dari tangan kiri sebelum penuh sudah berhenti kemudian diambil dari sebelah kanan juga sama masih kurang 20 CC diberhentikan karena mulai ada pembengkakan. Mohon penjelasan dari Dokter karena pada donor ke1 normal. 2014-02-09 23:37

Post your comment:

Name: Email: Site:
Type the characters you see in the picture:




| Explore users | New posts | Create your blog | Create your photo album |
| About Postbit | Our blog | Terms of use | Contact Postbit |


Copyright © 2014 - postbit.com